Thursday, April 30, 2009

Gembala

"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku"
Mazmur 23:1

Gembala menjadi sebuah metafora bagi pemazmur,
gambarkan relasi dia dengan Tuhannya yang akbar,
pada hakekatnya daku pun dapat belajar,
meniru pemazmur ungkapkan dengan benar,
relasi antara daku dan Allahku tanpa takut dan gentar.

Manfaat dari relasi itu jadi pernyataan iman,
bahwa dia yang digembalakan takkan kekurangan,
tatkala daku gambarkan relasi dengan Tuhan,
pernyataan apa yang dapat aku ungkapkan,
agar orang pun turut ambil bagian.

Tugas Gembala Agung diungkapkan pada kita,
Salah satunya ialah tuntunan bagi segala domba,
Sekarang daku dapat juga berkata,
Tuhanku itu adalah Pemandu Jalan bagi orang percaya,
Mengarahkan orang berjalan bersama Dia.

Berjalan dengan Tuhan menghasilkan kepuasan,
hingga hampir tidak ada lagi yang kita butuhkan,
sebab Sang Penuntun Jalan senantiasa menyediakan,
segala keperluan hidup di sepanjang jalan,
seperti yang dinikmati orang beriman di sepanjang zaman.

Oleh karena itu wahai jiwaku jangalah dikau lupa,
ingatlah akan Tuhan di jalanmu senantiasa,
bagaimana Ia menuntun engkau di jalan yang rata,
dengan sebuah jaminan yang takkan pernah sirna,
bahwa engkau pada akhirnya tiba di negeri baka.

Wednesday, April 29, 2009

Janji

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah,
maka pintu akan dibukakan bagimu."
Matius 7:7

Janji sebuah kata yang penuh makna,
bila diucapkan seorang pribadi nan jaya,
yaitu Tuhan Allah Dia Yang Maha Kuasa,
Ia berjanji akan memberi bagi yang minta,
menemukan bagi yang mencari asa,
pintu terbuka bagi mereka yang ketok di beranda,
maka dunia terbuka lebar bagi kita,
orang yang berpegang pada janji Allah Bapa.

Janji Allah bagi anak-anak-Nya disertai kasih setia,
karena itu janji itu takkan pernah sirna,
sekalipun kita tidak setia kepada-Nya,
Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya,[1]
sekali Ia berjanji apa yang disabdakan harus nyata,
langit dan bumi kan jadi tiada,
namun janji Tuhan tiada makna hampa,
itulah kabar baik bagi umat manusia.

Allah bukan manusia sehingga Ia berdusta,[2]
segala janji-Nya jadi jaminan bagi orang percaya,
janji juga jadi akses kita ke dunia sorga,
alam semesta pun ditopang oleh sabda,
sorga dan dunia berada dalam satu irama,
melakukan kehendak Dia yang sudah bersabda,
sabda yang jadi janji berlaku sepanjang masa,
dengan janji itu daku kan berjalan dalam kasih setia.



[1] II Timoteus 2:13
[2] Bilangan 23:19

Tuesday, April 28, 2009

Doa

"Untuk mendapat anak inilah aku berdoa,
dan TUHAN telah memberikan kepadaku,
apa yang kuminta dari pada-Nya."
I Samuel 1:27

Anak hadir dalam rumah tangga sungguh bermakna,
Bagi orang Israel itu berarti turut ambil bagian di masa depan,
Cinta kasih digerai di dalam hidup rumah tangga,
Dalam pergumulannya Hana dapat kasih karunia.

Elaborasi dapat dilakukan dalam kisah Hana,
Fakta mengatakan setiap orang dapat berdoa,
Generasi muda dan tua pada hakekatnya sama.
Hanya yang jadi masalah ialah: doa doa kita.

Imankah yang menggerakkan kita untuk menaikkannya,
Jangan jangan keakuan kita yang ingin diberi sukacita,
Kalau demikian doa tidak mendapat tempat di surga,
Lentera hati seharusnya menjalankan fungsinya.

Menemukan Allah melalui doa doa,
Nikmat terasa hingga lubuk hati dan jiwa,
Orang beriman di zaman purba telah menikmatinya,
Pantas bagi kita untuk menuruti jejak kaki mereka,
Quantum[1] yang dapat kita serap apa maknanya.

Roh Kudus menjadi penuntun yang sempurna,
Sentosalah orang yang dapat arahan dari Dia,
Tiada takut lagi menghadapi perkara,
Ukiran makna hidup terlihat jadi nyata.

Viva bagi mereka yang menikmati makna doa,
Xerosis[2] rohani takkan ada dalam jiwa,
Yesus Kristus Tuhan membuatnya jadi fakta,
Zenit[3] pengalaman rohani terdapat di dalam doa.



[1] Bahasa Latin: artinya sebanyak!
[2] Bahasa kedokteran: mengeringnya organ tubuh
[3] Titik puncak

Monday, April 27, 2009

Firman Allah

"Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN,
dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.
Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau,
dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku"
Mazmur 119:174-175

Berbincang bincang dengan sahabat sungguh menyenangkan,
apalagi sahabat itu ialah: dia yang jadi pujaan,
lebih dari itu pengalaman orang beriman,
tatkala mendengar firman Allah diberitakan,
firman Allah mengandung keselamatan dan kesukaan,
jiwa kita dihidupkan dan di lubuk hati kita muncul puji pujian,
memuji kebesaran Tuhan yang sungguh tak terbayangkan,
semuanya itu bermula dari mendengarkan Tuhan berfirman.

Itulah sebabnya firman itu disebut sebagai firman kehidupan,
tatkala firman diberitakan maka unsur hidup merebak di hati insan,
firman membuat sesuatu yang mati kembali berperan,
firman mengejawantah di hati yang punya pengharapan,
bahkan memenuhi hati mereka yang jadi tempatan,
sukacita dan syaloom pun ditebarkan,
firman jadi patokan dalam berjalan di jalan Tuhan,
hingga kita takkan pernah tersesat di tengah jalan.

Firman buat kita lebih cerdas dari orang bijaksana,
sebab yang jadi penasihat kita ialah Penasihat Ajaib Yang Perkasa,
Ia senantiasa menang menghadapi segala perkara,
membuat kita takkan pernah kehilangan muka,
dalam setiap perkara yang menghadang di depan mata,
bahkan karena Dia kita menjadi pemenang di setiap masa,
itulah produk dari firman Allah Yang Maha Kuasa,
yang kukenal di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

Saturday, April 25, 2009

Hati Nan Murni

"Berbahagialah orang yang suci[1] hatinya,
karena mereka akan melihat Allah"
Matius 5:8

Hati yang murni, bening laksana kristal,
tembus pandang dan tiada aral,
inilah yang dikehendaki Allah Bapa Yang Kekal,
dimiliki anak-anak-Nya secara universal,
hati seperti itu tak pernah merasa kesal,
menjalani hidup di jalan yang terjal,
sebab kemurnian hati mampu mengenal sinyal,
kehadiran Allah dengan kasih setia nan tiada batal.

Hati yang murni juga membuat orang mampu melihat,
isi hati yang terdalam, tiada tersembunyi tatkala disorot,
dalam hati itu ada tempat yang lega bagi semua umat,
sebab hati itu bukan hanya milikku biarpun hanya sesaat,
hati itu bagi setiap orang yang jauh dan yang dekat,
sama seperti Tuhanku meninggalkan teladan yang tepat,
agar ditiru orang yang katakan dirinya sudah selamat,
hingga Tuhan dapat dijumpai tiap orang dan dapat berkat.

Hati yang murni menjadikan tiada lagi batas,
karena kebebasan atas diri sendiri telah menetas,
aku dan mereka menjadi satu nafas,
Roh Kudus membuat aku puas lelas,
dalam segala karya cipta yang kita retas,
dengan hati itu juga daku memandang dengan bebas,
ke dalam lubuk hati Allah Yang Maha Belas,
di sana daku diterima dan takkan dilepas.



[1] Kata ini dalam terjemahan bahasa Inggris ialah: pure – murni. Kata itu dalam renungan ini diganti dengan kata murni.

Friday, April 24, 2009

Cukup

"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu
dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut,
adakah kamu kekurangan apa-apa?"
Lukas 22:35

Tuhan memberi penugasan bagi semua orang percaya,
ada yang diberi perlengkapan ada juga tangan hampa,
namun bukan berarti mereka tiada membawa apa apa,
sebab firman hidup turut serta dengan mereka,
Israel di padang gurun adalah contoh bagi kita,
tanpa supply makanan bagi jutaan manusia,
berjalan selama empat puluh tahun lamanya,
mereka tidak kurang satu apa pun juga,
pada hal mereka telah memberontak kepada Allah,
namun kasih karunia Allah cukup bagi mereka.

Allah tetap sama dulu juga pada masa kini,
Ia tuntun anak anak-Nya andai kesetiaan pun tak diberi,
sebab sekali Ia berjanji maka tak mungkin sangkal diri,[1]
itulah ciri khas kasih setia ilahi,
karena itu aku dapat berkata cukup untuk hari ini,
besok ada urusannya sendiri,[2]
itulah perbedaan antara kodrat dunia dan kodrat ilahi,
orang dunia tak pernah cukup dalam hidup ini,
kehausan senantiasa mendera hati,
sementara anak surgawi dapat berkata cukup hari ini.

Cukup bagiku karena Oknum Surgawi jadi pemandu,
surga terarah padaku untuk melihat apa yang perlu,
berkat akan turun sesuai dengan kebutuhanku,
mata hati tidak lagi terpana dengan berkat semu,
aku telah belajar katakan ini cukup bagiku,
tak banyak lagi yang daku perlu,
tatkala hal itu berlaku dalam diriku,
kebebasan sejati memenuhi hatiku,
aku bebas dari diri yang senantiasa rindu,
memeluk sebanyak mungkin harta yang menipu.



[1] II Timoteus 2:13
[2] Matius 6:34

Thursday, April 23, 2009

Pemandu

"serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami;"
Keluaran 34:9a

Tatkala orang berada di hutan belantara,
di samudera raya atau dirgantara,
orang senantiasa membutuhkan pandu di marga raya,
Musa dan orang Israel pun punya kebutuhan yang sama,
karena itu petisi diajukan agar Allah jadi pemandu jalan bagi mereka,
syukur bagi Allah Ia sediakan diri jadi pemandu marga,
itu berlaku bukan hanya tuk Israel semata,
tetapi buat orang percaya di sepanjang masa.

Allah jadi Pemandu Marga karena kasih setia-Nya,
bagi kita Yesus Kristus jadi alasannya,
jika Ia jadi Pandu bagi kita,
satu hal yang pasti tak ada halangan yang bermakna,
sebab Allah semesta alam berdiri di sisi kita,
mengarahkan kaki kita menuju kemenangan atas perkara,
yang kita hadapi selama kita berjalan dengan Dia,
itulah janji dari Pemandu kita yang setia.

Jika itu juga adalah bagianku di sepanjang hidup,
apa lagi yang kutakutkan tatkala pergumulan berderap,
hai jiwaku nyamanlah engkau tetap,
Sang Pemandu Marga akan menuntunmu agar mantap,
berjalan di atas samudera pergumulan nan seru,
engkau akan melihat kemuliaan Allahmu,
tatkala perahu hidupmu berlabuh di labuhan yang teduh,
dan engkau disambut dengan nyanyian para malaikat nan merdu.