- Minggu - 13/03 - 06.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: He's Got The Whole World In His Hands.
- Minggu - 27/03 - 09.30 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Ucapkan Syukur.
- Minggu - 02/04 - 15.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Go Tell It on The Mountain.
- Minggu - 10/04 - 09.30 WIB - Gereja HKBP Gading Indah : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu.
- Minggu - 02/09 - 15.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Ora Et Labora.
- Jumat - 16/09 - 15.00 WIB - UKI Cawang : Pelayanan PS pada Pesparawi DKI, lagu: Sigulempong & Drunken Sailor.
- Jumat - 23/09 - 09.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Ibadah Pemberkatan Nikah, lagu: Sai Burju & Mardalan.
- Minggu - 25/09 - 09.00 WIB - Gd. Mulia & Raja : Pelayanan PS pada Ibadah & Perayaan Pesta Ulang Tahun HKBP Menteng ke-56, lagu: Nanggumalunsang Angka Laut, Dung Sonang Rohangku & Poda.
- Minggu - 30/10 - 06.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Marparange.
- Jumat - 09/12 - 19.30 WIB - GBKP Jakarta Pusat : Pelayanan PS pada Hymn Singing, Mengenang Satu Tahun Alm. Jerry Silangit, lagu: Bagi Dia Yang Berkuasa.
Koor Ama HKBP Menteng on Facebook
Saturday, January 1, 2011
Agenda 2011
Friday, January 1, 2010
Agenda 2010
- Kamis - 14/01/2010 - 19.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Rapat pengurus untuk menyusun program kerja tahun 2010.]
- Jumat - 15/01/2010 - 19.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Latihan rutin Koor Ama HKBP Menteng dimulai kembali.]
- Minggu - 17/01/2010 - 09.30 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Dung Sonang Rohangku.]
- Jumat - 22/01/2010 - 12.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Rekaman Titian Iman ANTV.]
- Sabtu - 30/01/2010 - 15.00 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Pelayanan PS pada Kebaktian Pemberkatan Nikah Sdri. Meri Manurung, lagu: Masa Pengharapan.]
- Minggu - 31/01/2010 - 09.30 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Sai Burju.]
- Sabtu - 06/02/2010 - 17.00 WIB - Rumah Kel. Bp. Sahala L. Gaol : [Pelayanan PS pada Partangiangan Wijk 13.]
- Minggu - 14/02/2010 - 09.30 WIB - Gereja HKBP Menteng : [Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Gabe Parholong.]
- Minggu - 21/02/2010 - 17.00 WIB - GPIB Paulus : [Pelayanan PS pada Kebaktian Minggu, lagu: Bagi Dia Yang Berkuasa & Dung Sonang Rohangku.]
- 21/11/2010-07/12/2010 - Vienna, Austria : [Mengikuti The 27th International Franz-Schubert Choir Competition & Festival 2010.]
Saturday, November 14, 2009
Pesparawi Nasional IX Tahun 2009 di Samarinda - Kalimantan Timur
Kategori Paduan Suara Pria adalah salah satu kategori yang baru pertama kali diperlombakan dalam ajang Pesparawi Nasional. Dan pada akhirnya Koor Ama HKBP Menteng mendapat penghargaan Medali Emas. Mauliate ma tu Tuhanta.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Koor Ama HKBP Menteng beserta keluarga, para sahabat dan pemerhati kami, jemaat dan parhalado HKBP Menteng, para sponsor dan donatur, serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung kami selama ini.
Sai Tuhanta ma na mandongani hita sude.
Horas jala mauliate ma.
Tuesday, May 5, 2009
Sukaria
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN,
tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN;
mulutku mencemoohkan musuhku,
sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu"
tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN;
mulutku mencemoohkan musuhku,
sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu"
I Samuel 2:1
Pergumulan dalam perspektif Tuhan jadi sukaria,
hal ini terlihat di dalam pengalaman Hana,
kisah hidupnya jadi pelajaran yang berharga,
bagi orang beriman di sepanjang masa.
Tatkala badai berlalu sesuai dengan janji Allah,
saatnya tiba sukaria gantikan tangisan dan hati yang serah,
tiba juga waktu tuk pernyataan iman sambil bermegah,
Hana bicara tentang tanduk yang ditinggikan Allah.
Tanduk bicara tentang kekuatan iman,
kekuatan itu membuat kita taklukkan pergumulan,
dan ungkapkan beraneka macam pernyataan,
bagaimana kita keluar dari segala macan ancaman.
Paulus juga nyatakan pernyataan yang sama,
segala perkara dapat ia tanggung karena Dia,[1]
jika Paulus dan Hana bisa, aku pun dapat melakukannya,
karena kita semua memiliki iman yang sama.
Sukaria yang menggelora ada di dalam dada,
dinikmati setiap orang yang menang perkara,
sukacita yang sama seperti dimiliki Tuhan kita,
sebab Ia sendiri yang menjanjikan-Nya.[2]
hal ini terlihat di dalam pengalaman Hana,
kisah hidupnya jadi pelajaran yang berharga,
bagi orang beriman di sepanjang masa.
Tatkala badai berlalu sesuai dengan janji Allah,
saatnya tiba sukaria gantikan tangisan dan hati yang serah,
tiba juga waktu tuk pernyataan iman sambil bermegah,
Hana bicara tentang tanduk yang ditinggikan Allah.
Tanduk bicara tentang kekuatan iman,
kekuatan itu membuat kita taklukkan pergumulan,
dan ungkapkan beraneka macam pernyataan,
bagaimana kita keluar dari segala macan ancaman.
Paulus juga nyatakan pernyataan yang sama,
segala perkara dapat ia tanggung karena Dia,[1]
jika Paulus dan Hana bisa, aku pun dapat melakukannya,
karena kita semua memiliki iman yang sama.
Sukaria yang menggelora ada di dalam dada,
dinikmati setiap orang yang menang perkara,
sukacita yang sama seperti dimiliki Tuhan kita,
sebab Ia sendiri yang menjanjikan-Nya.[2]
[1] Flipi 4:13
[2] Yohanes 15:11
Monday, May 4, 2009
Bersyukur
"Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa."
perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa."
Mazmur 105:1
Bersyukur pada hakekatnya miliki multi dimensi,
bukan hanya sekedar ucapkan syukur dengan mulut dan hati,
berseru kepada Tuhan juga bagian dari syukur dan apresiasi,
Bapa Yang Kudus hadir, produk dari seruan nan tiada henti,
berada di hadirat-Nya jadi jaminan yang penuh arti.
Dengan hadir-Nya Allah dalam hidup ini,
doa pun dinaikkan dari hati yang berseri,
di hadapan tahta kasih karunia jadi dupa yang wangi,
dahulu dan sekarang orang senatiasa benar nikmati,
dalamnya rahmat dan pertolongan bagi mereka yang setia menanti.
Memperkenalkan Tuhan kepada orang lain,
merupakan bagian dari syukur kepada Tuhan,
menceriterakan apa yang Dia perbuat-Nya bagi orang beriman,
membuat orang turut ambil bagian dalam perjanjian,
menuturkan kembali kisah itu sungguh sangat berkesan.
Ingat akan Tuhan pun adalah bagian dari syukur kita,
ingatan adalah tempat Tuhan bersemayan dalam jiwa,
indah dikenang tatkala Ia hadir di sana,
Ia berkarya dari sana tuk menuntun kita di jalan raya,
Iman adalah sarana Dia bertindak tuk genapkan sabda.
Wahai jiwaku ingatlah multi dimensi dari syukurmu,
walaupun apa yang terjadi dalam hidupmu,
wahana syukur dapat engkau jangkau,
walhasil syukur senantiasa dapat naik dari hidupmu,
wangi bau harumnya di hadirat Allahmu.
bukan hanya sekedar ucapkan syukur dengan mulut dan hati,
berseru kepada Tuhan juga bagian dari syukur dan apresiasi,
Bapa Yang Kudus hadir, produk dari seruan nan tiada henti,
berada di hadirat-Nya jadi jaminan yang penuh arti.
Dengan hadir-Nya Allah dalam hidup ini,
doa pun dinaikkan dari hati yang berseri,
di hadapan tahta kasih karunia jadi dupa yang wangi,
dahulu dan sekarang orang senatiasa benar nikmati,
dalamnya rahmat dan pertolongan bagi mereka yang setia menanti.
Memperkenalkan Tuhan kepada orang lain,
merupakan bagian dari syukur kepada Tuhan,
menceriterakan apa yang Dia perbuat-Nya bagi orang beriman,
membuat orang turut ambil bagian dalam perjanjian,
menuturkan kembali kisah itu sungguh sangat berkesan.
Ingat akan Tuhan pun adalah bagian dari syukur kita,
ingatan adalah tempat Tuhan bersemayan dalam jiwa,
indah dikenang tatkala Ia hadir di sana,
Ia berkarya dari sana tuk menuntun kita di jalan raya,
Iman adalah sarana Dia bertindak tuk genapkan sabda.
Wahai jiwaku ingatlah multi dimensi dari syukurmu,
walaupun apa yang terjadi dalam hidupmu,
wahana syukur dapat engkau jangkau,
walhasil syukur senantiasa dapat naik dari hidupmu,
wangi bau harumnya di hadirat Allahmu.
Saturday, May 2, 2009
Penghiburan
"Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya;
Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden
dan padang belantaranya seperti taman TUHAN.
Di situ terdapat kegirangan dan sukacita,
nyanyian syukur dan lagu yang nyaring."
Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden
dan padang belantaranya seperti taman TUHAN.
Di situ terdapat kegirangan dan sukacita,
nyanyian syukur dan lagu yang nyaring."
Yesaya 51:3
Dari sekian banyak nama yang disebut bagi Allah kita,
salah satunya ialah: Penghibur bagi yang berduka,
wujud nyata penghiburan-Nya bagi yang derita nestapa,
Ia buat padang gurun jadi kebun raya,
padang belantara seperti taman beraneka flora.
Suatu gambaran perubahan radikal yang dinikmati,
setiap orang yang mendapatkan penghiburan ilahi,
sukacita dan kegirangan melanda hati yang sepi,
sorak sorai bergelora tiada henti,
semuanya karena Penghibur sedang beroperasi.
Syukur adalah respon yang wajar atas penghiburan,
syukur yang punya multi facet dalam penerapan,
dari sekian banyak, menuturkan apa yang Dia lakukan,
juga mempercakapkan di antara sesama teman,
semua itu dilakukan sebab hiburan-Nya sangat berkesan.
Wahai jiwaku ingatlah ini: tiada hiburan yang sempurna,
di luar apa yang dikerjakan Tuhan Yang Mulia,
sekalipun dunia dapat lakukan hal yang serupa,
namun maknanya sungguh tiada sama,
camkanlah itu senantiasa di dalam dada.
Allah membutuhkan partner tuk mengoperasikannya,
Ia membutuhkan engkau tuk bersinergi dengan Dia,
wujudkan penghiburan-Nya bagi uamt manusia,
mereka yang berada di dalam sengsara,
terpenjara dalam dosa yang tiada hentinya.
salah satunya ialah: Penghibur bagi yang berduka,
wujud nyata penghiburan-Nya bagi yang derita nestapa,
Ia buat padang gurun jadi kebun raya,
padang belantara seperti taman beraneka flora.
Suatu gambaran perubahan radikal yang dinikmati,
setiap orang yang mendapatkan penghiburan ilahi,
sukacita dan kegirangan melanda hati yang sepi,
sorak sorai bergelora tiada henti,
semuanya karena Penghibur sedang beroperasi.
Syukur adalah respon yang wajar atas penghiburan,
syukur yang punya multi facet dalam penerapan,
dari sekian banyak, menuturkan apa yang Dia lakukan,
juga mempercakapkan di antara sesama teman,
semua itu dilakukan sebab hiburan-Nya sangat berkesan.
Wahai jiwaku ingatlah ini: tiada hiburan yang sempurna,
di luar apa yang dikerjakan Tuhan Yang Mulia,
sekalipun dunia dapat lakukan hal yang serupa,
namun maknanya sungguh tiada sama,
camkanlah itu senantiasa di dalam dada.
Allah membutuhkan partner tuk mengoperasikannya,
Ia membutuhkan engkau tuk bersinergi dengan Dia,
wujudkan penghiburan-Nya bagi uamt manusia,
mereka yang berada di dalam sengsara,
terpenjara dalam dosa yang tiada hentinya.
Friday, May 1, 2009
Kasih Nan Akbar
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih
seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"
seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"
Yohanes 15:13
Pada saat hati ini dipenuhi kasih ilahi,
maka tiada di dalamnya kata anti,
sebab kasih ilahi mengalir tiada henti,
mengairi hati yang kosong yang tiada terperi.
Kasih ilahi nan akbar terlihat jelas di kayu salib,
dari salib itu mengalir kasih bagi mereka yang terjerembab,
menyimpang dari jalan Allah lalu mereka jadi raib,
kasih ilahi membuat mereka kembali jadi sobat nan karib.
Karena kasih itulah maka Anak Domba Allah harus disembelih,
darah-Nya dipersembahkan sebagai korban yang sahih,[1]
memperdamaikan para sahabat dengan Tuhan Allah,
hingga kita diterima sebagai anggota keluarga yang sah.
Kasih ilahi membuat kita tidak lagi disebut sebagai hamba,
sekarang kita jadi sahabat dari Dia yang mati bagi kita,
kasih itu mengalir di dalam hati sanubari tiap orang percaya,
menggerakkan segala cipta karsa dan karya.
Kasih ilahi itu juga membuat daku dapat menerima,
segala perbedaan yang muncul dalam kehidupan nyata,
pada saat kasih menggelora di dalam dada,
tiada yang dapat menghalanginya berbuat apa pun juga,
dalam rangka kepentingan bersama.
maka tiada di dalamnya kata anti,
sebab kasih ilahi mengalir tiada henti,
mengairi hati yang kosong yang tiada terperi.
Kasih ilahi nan akbar terlihat jelas di kayu salib,
dari salib itu mengalir kasih bagi mereka yang terjerembab,
menyimpang dari jalan Allah lalu mereka jadi raib,
kasih ilahi membuat mereka kembali jadi sobat nan karib.
Karena kasih itulah maka Anak Domba Allah harus disembelih,
darah-Nya dipersembahkan sebagai korban yang sahih,[1]
memperdamaikan para sahabat dengan Tuhan Allah,
hingga kita diterima sebagai anggota keluarga yang sah.
Kasih ilahi membuat kita tidak lagi disebut sebagai hamba,
sekarang kita jadi sahabat dari Dia yang mati bagi kita,
kasih itu mengalir di dalam hati sanubari tiap orang percaya,
menggerakkan segala cipta karsa dan karya.
Kasih ilahi itu juga membuat daku dapat menerima,
segala perbedaan yang muncul dalam kehidupan nyata,
pada saat kasih menggelora di dalam dada,
tiada yang dapat menghalanginya berbuat apa pun juga,
dalam rangka kepentingan bersama.
[1] Sempurna
Thursday, April 30, 2009
Gembala
"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku"
Mazmur 23:1
Gembala menjadi sebuah metafora bagi pemazmur,
gambarkan relasi dia dengan Tuhannya yang akbar,
pada hakekatnya daku pun dapat belajar,
meniru pemazmur ungkapkan dengan benar,
relasi antara daku dan Allahku tanpa takut dan gentar.
Manfaat dari relasi itu jadi pernyataan iman,
bahwa dia yang digembalakan takkan kekurangan,
tatkala daku gambarkan relasi dengan Tuhan,
pernyataan apa yang dapat aku ungkapkan,
agar orang pun turut ambil bagian.
Tugas Gembala Agung diungkapkan pada kita,
Salah satunya ialah tuntunan bagi segala domba,
Sekarang daku dapat juga berkata,
Tuhanku itu adalah Pemandu Jalan bagi orang percaya,
Mengarahkan orang berjalan bersama Dia.
Berjalan dengan Tuhan menghasilkan kepuasan,
hingga hampir tidak ada lagi yang kita butuhkan,
sebab Sang Penuntun Jalan senantiasa menyediakan,
segala keperluan hidup di sepanjang jalan,
seperti yang dinikmati orang beriman di sepanjang zaman.
Oleh karena itu wahai jiwaku jangalah dikau lupa,
ingatlah akan Tuhan di jalanmu senantiasa,
bagaimana Ia menuntun engkau di jalan yang rata,
dengan sebuah jaminan yang takkan pernah sirna,
bahwa engkau pada akhirnya tiba di negeri baka.
gambarkan relasi dia dengan Tuhannya yang akbar,
pada hakekatnya daku pun dapat belajar,
meniru pemazmur ungkapkan dengan benar,
relasi antara daku dan Allahku tanpa takut dan gentar.
Manfaat dari relasi itu jadi pernyataan iman,
bahwa dia yang digembalakan takkan kekurangan,
tatkala daku gambarkan relasi dengan Tuhan,
pernyataan apa yang dapat aku ungkapkan,
agar orang pun turut ambil bagian.
Tugas Gembala Agung diungkapkan pada kita,
Salah satunya ialah tuntunan bagi segala domba,
Sekarang daku dapat juga berkata,
Tuhanku itu adalah Pemandu Jalan bagi orang percaya,
Mengarahkan orang berjalan bersama Dia.
Berjalan dengan Tuhan menghasilkan kepuasan,
hingga hampir tidak ada lagi yang kita butuhkan,
sebab Sang Penuntun Jalan senantiasa menyediakan,
segala keperluan hidup di sepanjang jalan,
seperti yang dinikmati orang beriman di sepanjang zaman.
Oleh karena itu wahai jiwaku jangalah dikau lupa,
ingatlah akan Tuhan di jalanmu senantiasa,
bagaimana Ia menuntun engkau di jalan yang rata,
dengan sebuah jaminan yang takkan pernah sirna,
bahwa engkau pada akhirnya tiba di negeri baka.
Wednesday, April 29, 2009
Janji
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah,
maka pintu akan dibukakan bagimu."
carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah,
maka pintu akan dibukakan bagimu."
Matius 7:7
Janji sebuah kata yang penuh makna,
bila diucapkan seorang pribadi nan jaya,
yaitu Tuhan Allah Dia Yang Maha Kuasa,
Ia berjanji akan memberi bagi yang minta,
menemukan bagi yang mencari asa,
pintu terbuka bagi mereka yang ketok di beranda,
maka dunia terbuka lebar bagi kita,
orang yang berpegang pada janji Allah Bapa.
Janji Allah bagi anak-anak-Nya disertai kasih setia,
karena itu janji itu takkan pernah sirna,
sekalipun kita tidak setia kepada-Nya,
Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya,[1]
sekali Ia berjanji apa yang disabdakan harus nyata,
langit dan bumi kan jadi tiada,
namun janji Tuhan tiada makna hampa,
itulah kabar baik bagi umat manusia.
Allah bukan manusia sehingga Ia berdusta,[2]
segala janji-Nya jadi jaminan bagi orang percaya,
janji juga jadi akses kita ke dunia sorga,
alam semesta pun ditopang oleh sabda,
sorga dan dunia berada dalam satu irama,
melakukan kehendak Dia yang sudah bersabda,
sabda yang jadi janji berlaku sepanjang masa,
dengan janji itu daku kan berjalan dalam kasih setia.
bila diucapkan seorang pribadi nan jaya,
yaitu Tuhan Allah Dia Yang Maha Kuasa,
Ia berjanji akan memberi bagi yang minta,
menemukan bagi yang mencari asa,
pintu terbuka bagi mereka yang ketok di beranda,
maka dunia terbuka lebar bagi kita,
orang yang berpegang pada janji Allah Bapa.
Janji Allah bagi anak-anak-Nya disertai kasih setia,
karena itu janji itu takkan pernah sirna,
sekalipun kita tidak setia kepada-Nya,
Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya,[1]
sekali Ia berjanji apa yang disabdakan harus nyata,
langit dan bumi kan jadi tiada,
namun janji Tuhan tiada makna hampa,
itulah kabar baik bagi umat manusia.
Allah bukan manusia sehingga Ia berdusta,[2]
segala janji-Nya jadi jaminan bagi orang percaya,
janji juga jadi akses kita ke dunia sorga,
alam semesta pun ditopang oleh sabda,
sorga dan dunia berada dalam satu irama,
melakukan kehendak Dia yang sudah bersabda,
sabda yang jadi janji berlaku sepanjang masa,
dengan janji itu daku kan berjalan dalam kasih setia.
[1] II Timoteus 2:13
[2] Bilangan 23:19
Tuesday, April 28, 2009
Doa
"Untuk mendapat anak inilah aku berdoa,
dan TUHAN telah memberikan kepadaku,
apa yang kuminta dari pada-Nya."
dan TUHAN telah memberikan kepadaku,
apa yang kuminta dari pada-Nya."
I Samuel 1:27
Anak hadir dalam rumah tangga sungguh bermakna,
Bagi orang Israel itu berarti turut ambil bagian di masa depan,
Cinta kasih digerai di dalam hidup rumah tangga,
Dalam pergumulannya Hana dapat kasih karunia.
Elaborasi dapat dilakukan dalam kisah Hana,
Fakta mengatakan setiap orang dapat berdoa,
Generasi muda dan tua pada hakekatnya sama.
Hanya yang jadi masalah ialah: doa doa kita.
Imankah yang menggerakkan kita untuk menaikkannya,
Jangan jangan keakuan kita yang ingin diberi sukacita,
Kalau demikian doa tidak mendapat tempat di surga,
Lentera hati seharusnya menjalankan fungsinya.
Menemukan Allah melalui doa doa,
Nikmat terasa hingga lubuk hati dan jiwa,
Orang beriman di zaman purba telah menikmatinya,
Pantas bagi kita untuk menuruti jejak kaki mereka,
Quantum[1] yang dapat kita serap apa maknanya.
Roh Kudus menjadi penuntun yang sempurna,
Sentosalah orang yang dapat arahan dari Dia,
Tiada takut lagi menghadapi perkara,
Ukiran makna hidup terlihat jadi nyata.
Viva bagi mereka yang menikmati makna doa,
Xerosis[2] rohani takkan ada dalam jiwa,
Yesus Kristus Tuhan membuatnya jadi fakta,
Zenit[3] pengalaman rohani terdapat di dalam doa.
Bagi orang Israel itu berarti turut ambil bagian di masa depan,
Cinta kasih digerai di dalam hidup rumah tangga,
Dalam pergumulannya Hana dapat kasih karunia.
Elaborasi dapat dilakukan dalam kisah Hana,
Fakta mengatakan setiap orang dapat berdoa,
Generasi muda dan tua pada hakekatnya sama.
Hanya yang jadi masalah ialah: doa doa kita.
Imankah yang menggerakkan kita untuk menaikkannya,
Jangan jangan keakuan kita yang ingin diberi sukacita,
Kalau demikian doa tidak mendapat tempat di surga,
Lentera hati seharusnya menjalankan fungsinya.
Menemukan Allah melalui doa doa,
Nikmat terasa hingga lubuk hati dan jiwa,
Orang beriman di zaman purba telah menikmatinya,
Pantas bagi kita untuk menuruti jejak kaki mereka,
Quantum[1] yang dapat kita serap apa maknanya.
Roh Kudus menjadi penuntun yang sempurna,
Sentosalah orang yang dapat arahan dari Dia,
Tiada takut lagi menghadapi perkara,
Ukiran makna hidup terlihat jadi nyata.
Viva bagi mereka yang menikmati makna doa,
Xerosis[2] rohani takkan ada dalam jiwa,
Yesus Kristus Tuhan membuatnya jadi fakta,
Zenit[3] pengalaman rohani terdapat di dalam doa.
[1] Bahasa Latin: artinya sebanyak!
[2] Bahasa kedokteran: mengeringnya organ tubuh
[3] Titik puncak
Monday, April 27, 2009
Firman Allah
"Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN,
dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.
Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau,
dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku"
dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.
Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau,
dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku"
Mazmur 119:174-175
Berbincang bincang dengan sahabat sungguh menyenangkan,
apalagi sahabat itu ialah: dia yang jadi pujaan,
lebih dari itu pengalaman orang beriman,
tatkala mendengar firman Allah diberitakan,
firman Allah mengandung keselamatan dan kesukaan,
jiwa kita dihidupkan dan di lubuk hati kita muncul puji pujian,
memuji kebesaran Tuhan yang sungguh tak terbayangkan,
semuanya itu bermula dari mendengarkan Tuhan berfirman.
Itulah sebabnya firman itu disebut sebagai firman kehidupan,
tatkala firman diberitakan maka unsur hidup merebak di hati insan,
firman membuat sesuatu yang mati kembali berperan,
firman mengejawantah di hati yang punya pengharapan,
bahkan memenuhi hati mereka yang jadi tempatan,
sukacita dan syaloom pun ditebarkan,
firman jadi patokan dalam berjalan di jalan Tuhan,
hingga kita takkan pernah tersesat di tengah jalan.
Firman buat kita lebih cerdas dari orang bijaksana,
sebab yang jadi penasihat kita ialah Penasihat Ajaib Yang Perkasa,
Ia senantiasa menang menghadapi segala perkara,
membuat kita takkan pernah kehilangan muka,
dalam setiap perkara yang menghadang di depan mata,
bahkan karena Dia kita menjadi pemenang di setiap masa,
itulah produk dari firman Allah Yang Maha Kuasa,
yang kukenal di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
apalagi sahabat itu ialah: dia yang jadi pujaan,
lebih dari itu pengalaman orang beriman,
tatkala mendengar firman Allah diberitakan,
firman Allah mengandung keselamatan dan kesukaan,
jiwa kita dihidupkan dan di lubuk hati kita muncul puji pujian,
memuji kebesaran Tuhan yang sungguh tak terbayangkan,
semuanya itu bermula dari mendengarkan Tuhan berfirman.
Itulah sebabnya firman itu disebut sebagai firman kehidupan,
tatkala firman diberitakan maka unsur hidup merebak di hati insan,
firman membuat sesuatu yang mati kembali berperan,
firman mengejawantah di hati yang punya pengharapan,
bahkan memenuhi hati mereka yang jadi tempatan,
sukacita dan syaloom pun ditebarkan,
firman jadi patokan dalam berjalan di jalan Tuhan,
hingga kita takkan pernah tersesat di tengah jalan.
Firman buat kita lebih cerdas dari orang bijaksana,
sebab yang jadi penasihat kita ialah Penasihat Ajaib Yang Perkasa,
Ia senantiasa menang menghadapi segala perkara,
membuat kita takkan pernah kehilangan muka,
dalam setiap perkara yang menghadang di depan mata,
bahkan karena Dia kita menjadi pemenang di setiap masa,
itulah produk dari firman Allah Yang Maha Kuasa,
yang kukenal di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
Saturday, April 25, 2009
Hati Nan Murni
"Berbahagialah orang yang suci[1] hatinya,
karena mereka akan melihat Allah"
karena mereka akan melihat Allah"
Matius 5:8
Hati yang murni, bening laksana kristal,
tembus pandang dan tiada aral,
inilah yang dikehendaki Allah Bapa Yang Kekal,
dimiliki anak-anak-Nya secara universal,
hati seperti itu tak pernah merasa kesal,
menjalani hidup di jalan yang terjal,
sebab kemurnian hati mampu mengenal sinyal,
kehadiran Allah dengan kasih setia nan tiada batal.
Hati yang murni juga membuat orang mampu melihat,
isi hati yang terdalam, tiada tersembunyi tatkala disorot,
dalam hati itu ada tempat yang lega bagi semua umat,
sebab hati itu bukan hanya milikku biarpun hanya sesaat,
hati itu bagi setiap orang yang jauh dan yang dekat,
sama seperti Tuhanku meninggalkan teladan yang tepat,
agar ditiru orang yang katakan dirinya sudah selamat,
hingga Tuhan dapat dijumpai tiap orang dan dapat berkat.
Hati yang murni menjadikan tiada lagi batas,
karena kebebasan atas diri sendiri telah menetas,
aku dan mereka menjadi satu nafas,
Roh Kudus membuat aku puas lelas,
dalam segala karya cipta yang kita retas,
dengan hati itu juga daku memandang dengan bebas,
ke dalam lubuk hati Allah Yang Maha Belas,
di sana daku diterima dan takkan dilepas.
tembus pandang dan tiada aral,
inilah yang dikehendaki Allah Bapa Yang Kekal,
dimiliki anak-anak-Nya secara universal,
hati seperti itu tak pernah merasa kesal,
menjalani hidup di jalan yang terjal,
sebab kemurnian hati mampu mengenal sinyal,
kehadiran Allah dengan kasih setia nan tiada batal.
Hati yang murni juga membuat orang mampu melihat,
isi hati yang terdalam, tiada tersembunyi tatkala disorot,
dalam hati itu ada tempat yang lega bagi semua umat,
sebab hati itu bukan hanya milikku biarpun hanya sesaat,
hati itu bagi setiap orang yang jauh dan yang dekat,
sama seperti Tuhanku meninggalkan teladan yang tepat,
agar ditiru orang yang katakan dirinya sudah selamat,
hingga Tuhan dapat dijumpai tiap orang dan dapat berkat.
Hati yang murni menjadikan tiada lagi batas,
karena kebebasan atas diri sendiri telah menetas,
aku dan mereka menjadi satu nafas,
Roh Kudus membuat aku puas lelas,
dalam segala karya cipta yang kita retas,
dengan hati itu juga daku memandang dengan bebas,
ke dalam lubuk hati Allah Yang Maha Belas,
di sana daku diterima dan takkan dilepas.
[1] Kata ini dalam terjemahan bahasa Inggris ialah: pure – murni. Kata itu dalam renungan ini diganti dengan kata murni.
Friday, April 24, 2009
Cukup
"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu
dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut,
adakah kamu kekurangan apa-apa?"
dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut,
adakah kamu kekurangan apa-apa?"
Lukas 22:35
Tuhan memberi penugasan bagi semua orang percaya,
ada yang diberi perlengkapan ada juga tangan hampa,
namun bukan berarti mereka tiada membawa apa apa,
sebab firman hidup turut serta dengan mereka,
Israel di padang gurun adalah contoh bagi kita,
tanpa supply makanan bagi jutaan manusia,
berjalan selama empat puluh tahun lamanya,
mereka tidak kurang satu apa pun juga,
pada hal mereka telah memberontak kepada Allah,
namun kasih karunia Allah cukup bagi mereka.
Allah tetap sama dulu juga pada masa kini,
Ia tuntun anak anak-Nya andai kesetiaan pun tak diberi,
sebab sekali Ia berjanji maka tak mungkin sangkal diri,[1]
itulah ciri khas kasih setia ilahi,
karena itu aku dapat berkata cukup untuk hari ini,
besok ada urusannya sendiri,[2]
itulah perbedaan antara kodrat dunia dan kodrat ilahi,
orang dunia tak pernah cukup dalam hidup ini,
kehausan senantiasa mendera hati,
sementara anak surgawi dapat berkata cukup hari ini.
Cukup bagiku karena Oknum Surgawi jadi pemandu,
surga terarah padaku untuk melihat apa yang perlu,
berkat akan turun sesuai dengan kebutuhanku,
mata hati tidak lagi terpana dengan berkat semu,
aku telah belajar katakan ini cukup bagiku,
tak banyak lagi yang daku perlu,
tatkala hal itu berlaku dalam diriku,
kebebasan sejati memenuhi hatiku,
aku bebas dari diri yang senantiasa rindu,
memeluk sebanyak mungkin harta yang menipu.
ada yang diberi perlengkapan ada juga tangan hampa,
namun bukan berarti mereka tiada membawa apa apa,
sebab firman hidup turut serta dengan mereka,
Israel di padang gurun adalah contoh bagi kita,
tanpa supply makanan bagi jutaan manusia,
berjalan selama empat puluh tahun lamanya,
mereka tidak kurang satu apa pun juga,
pada hal mereka telah memberontak kepada Allah,
namun kasih karunia Allah cukup bagi mereka.
Allah tetap sama dulu juga pada masa kini,
Ia tuntun anak anak-Nya andai kesetiaan pun tak diberi,
sebab sekali Ia berjanji maka tak mungkin sangkal diri,[1]
itulah ciri khas kasih setia ilahi,
karena itu aku dapat berkata cukup untuk hari ini,
besok ada urusannya sendiri,[2]
itulah perbedaan antara kodrat dunia dan kodrat ilahi,
orang dunia tak pernah cukup dalam hidup ini,
kehausan senantiasa mendera hati,
sementara anak surgawi dapat berkata cukup hari ini.
Cukup bagiku karena Oknum Surgawi jadi pemandu,
surga terarah padaku untuk melihat apa yang perlu,
berkat akan turun sesuai dengan kebutuhanku,
mata hati tidak lagi terpana dengan berkat semu,
aku telah belajar katakan ini cukup bagiku,
tak banyak lagi yang daku perlu,
tatkala hal itu berlaku dalam diriku,
kebebasan sejati memenuhi hatiku,
aku bebas dari diri yang senantiasa rindu,
memeluk sebanyak mungkin harta yang menipu.
[1] II Timoteus 2:13
[2] Matius 6:34
Thursday, April 23, 2009
Pemandu
"serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami;"
ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami;"
Keluaran 34:9a
Tatkala orang berada di hutan belantara,
di samudera raya atau dirgantara,
orang senantiasa membutuhkan pandu di marga raya,
Musa dan orang Israel pun punya kebutuhan yang sama,
karena itu petisi diajukan agar Allah jadi pemandu jalan bagi mereka,
syukur bagi Allah Ia sediakan diri jadi pemandu marga,
itu berlaku bukan hanya tuk Israel semata,
tetapi buat orang percaya di sepanjang masa.
Allah jadi Pemandu Marga karena kasih setia-Nya,
bagi kita Yesus Kristus jadi alasannya,
jika Ia jadi Pandu bagi kita,
satu hal yang pasti tak ada halangan yang bermakna,
sebab Allah semesta alam berdiri di sisi kita,
mengarahkan kaki kita menuju kemenangan atas perkara,
yang kita hadapi selama kita berjalan dengan Dia,
itulah janji dari Pemandu kita yang setia.
Jika itu juga adalah bagianku di sepanjang hidup,
apa lagi yang kutakutkan tatkala pergumulan berderap,
hai jiwaku nyamanlah engkau tetap,
Sang Pemandu Marga akan menuntunmu agar mantap,
berjalan di atas samudera pergumulan nan seru,
engkau akan melihat kemuliaan Allahmu,
tatkala perahu hidupmu berlabuh di labuhan yang teduh,
dan engkau disambut dengan nyanyian para malaikat nan merdu.
di samudera raya atau dirgantara,
orang senantiasa membutuhkan pandu di marga raya,
Musa dan orang Israel pun punya kebutuhan yang sama,
karena itu petisi diajukan agar Allah jadi pemandu jalan bagi mereka,
syukur bagi Allah Ia sediakan diri jadi pemandu marga,
itu berlaku bukan hanya tuk Israel semata,
tetapi buat orang percaya di sepanjang masa.
Allah jadi Pemandu Marga karena kasih setia-Nya,
bagi kita Yesus Kristus jadi alasannya,
jika Ia jadi Pandu bagi kita,
satu hal yang pasti tak ada halangan yang bermakna,
sebab Allah semesta alam berdiri di sisi kita,
mengarahkan kaki kita menuju kemenangan atas perkara,
yang kita hadapi selama kita berjalan dengan Dia,
itulah janji dari Pemandu kita yang setia.
Jika itu juga adalah bagianku di sepanjang hidup,
apa lagi yang kutakutkan tatkala pergumulan berderap,
hai jiwaku nyamanlah engkau tetap,
Sang Pemandu Marga akan menuntunmu agar mantap,
berjalan di atas samudera pergumulan nan seru,
engkau akan melihat kemuliaan Allahmu,
tatkala perahu hidupmu berlabuh di labuhan yang teduh,
dan engkau disambut dengan nyanyian para malaikat nan merdu.
Wednesday, April 22, 2009
Bayi
"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir,
yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani."
yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani."
I Petrus 2:2a
Kita takkan pernah lepas dari masa lalu,
kekinian kita ditopang oleh masa yang telah berlalu,
dulu daku bayi tetapi sekarang kedewasaan jadi bagianku,
namun sisi masa dulu tetap turut sertaku,
sering lebih mempengaruhi jalan yang harus ditempuh,
itu kata pakar[1] tetapi firman juga sarankan hal itu,
daku disarankan jadi bayi rohani yang suka sama susu,
di satu sisi daku adalah bayi tapi di sisi lain daku empu.
Tatkala daku jadi bayi makananku adalah susu murni,
itulah firman Allah yang mengandung janji,
namun tatkala daku jadi bapa rohani,
ketaatan dan keteladanan jadi makanan berenergi,
dengan kedua sisi ini beraktualisasi,
itulah dua sisi dari keberadaan anak anak ilahi,
janji Allah untuk mendepositkan bagi kita kodrat ilahi[2]
menjadi nyata dalam kehidupan sehari hari.
Tatkala daku berperan sebagai bayi aku ada di pangkuannya,
seruanku kepada Allah ialah ya Abba,
itulah totalitas dari Dia yang menopang eksistensi hamba,
tetapi pada saat daku berperan sebagai orang dewasa,
daku memanggil Allahku itu adalah Bapa,
ya Abba ya Bapa dua duanya adalah seruan orang percaya,
di koridor itu aku berjalan bersama dengan Dia,
dua duanya daku butuhkan menjalani jalan menuju surga.
kekinian kita ditopang oleh masa yang telah berlalu,
dulu daku bayi tetapi sekarang kedewasaan jadi bagianku,
namun sisi masa dulu tetap turut sertaku,
sering lebih mempengaruhi jalan yang harus ditempuh,
itu kata pakar[1] tetapi firman juga sarankan hal itu,
daku disarankan jadi bayi rohani yang suka sama susu,
di satu sisi daku adalah bayi tapi di sisi lain daku empu.
Tatkala daku jadi bayi makananku adalah susu murni,
itulah firman Allah yang mengandung janji,
namun tatkala daku jadi bapa rohani,
ketaatan dan keteladanan jadi makanan berenergi,
dengan kedua sisi ini beraktualisasi,
itulah dua sisi dari keberadaan anak anak ilahi,
janji Allah untuk mendepositkan bagi kita kodrat ilahi[2]
menjadi nyata dalam kehidupan sehari hari.
Tatkala daku berperan sebagai bayi aku ada di pangkuannya,
seruanku kepada Allah ialah ya Abba,
itulah totalitas dari Dia yang menopang eksistensi hamba,
tetapi pada saat daku berperan sebagai orang dewasa,
daku memanggil Allahku itu adalah Bapa,
ya Abba ya Bapa dua duanya adalah seruan orang percaya,
di koridor itu aku berjalan bersama dengan Dia,
dua duanya daku butuhkan menjalani jalan menuju surga.
[1] Komunikasi, H. Norman Wright, Gloria Graffa, 2004
[2] II Petrus 1:4
Tuesday, April 21, 2009
Janji
"Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita
dan akan dihantarkan dengan damai;
gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira
dan bersorak-sorai di depanmu,
dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan."
dan akan dihantarkan dengan damai;
gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira
dan bersorak-sorai di depanmu,
dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan."
Yesaya 55:12
Pulang dari Babel dilihat sebagai keselamatan oleh orang Yehuda,
Allah sendiri yang berprakarsa untuk mengadakannya,
tatkala keselamatan itu jadi nyata di depan mata,
sukacita tidak hanya dinikmati oleh manusia,
gunung dan bukit juga turut bergembira,
itu berarti alam semesta turut menyambutnya,
kegembiraan yang meluap mewarnai keberadaan mereka,
apa gerangan yang menyebabkannya,
jawabannya ada dalam Injil kasih karunia,
Rasul Paulus memberi jawabnya di dalam surat Roma,[1]
Bagi kita keselamatan itu berarti bebas dari dosa,
alam lebih bersorak lagi karena keselamatan kita,
segala mahluk kan masuk ke dalam kemuliaan beserta kita,
kemuliaan yang tiada taranya dalam pengalaman manusia,
itulah sebuah janji bagi mereka yang telah percaya,
dan dilahirkan kembali oleh Roh Kasih Karunia,
itulah janji yang diberikan kepada umat manusia,
sebagaimana Allah menjanjikannya bagi orang Yehuda,
tatkala mereka masih di tepi sungai Kebar berada,[2]
mereka pada mulanya tidak bisa percaya kan janji Allah.
wahai jiwaku ingatlah akan hal itu selalu,
keselamatanmu punya dampak bagi dunia di sekitarmu,
jadi jika kau telah nikmati keselamatan itu,
alam pun seyogianya turut bersamamu,
menikmati keselarasan alam dan manusia terpadu,
sedih lihat orang merusak tatanan yang dulunya padu,
rasa rasanya kaum animisme lebih menyatu,
dengan alam semesta ketimbang orang yang merasa maju,
alam menantikan tindakanmu untuk mengajak mereka padu,
dengan keselamatan yang bagimu tak mungkin lalu.
Allah sendiri yang berprakarsa untuk mengadakannya,
tatkala keselamatan itu jadi nyata di depan mata,
sukacita tidak hanya dinikmati oleh manusia,
gunung dan bukit juga turut bergembira,
itu berarti alam semesta turut menyambutnya,
kegembiraan yang meluap mewarnai keberadaan mereka,
apa gerangan yang menyebabkannya,
jawabannya ada dalam Injil kasih karunia,
Rasul Paulus memberi jawabnya di dalam surat Roma,[1]
Bagi kita keselamatan itu berarti bebas dari dosa,
alam lebih bersorak lagi karena keselamatan kita,
segala mahluk kan masuk ke dalam kemuliaan beserta kita,
kemuliaan yang tiada taranya dalam pengalaman manusia,
itulah sebuah janji bagi mereka yang telah percaya,
dan dilahirkan kembali oleh Roh Kasih Karunia,
itulah janji yang diberikan kepada umat manusia,
sebagaimana Allah menjanjikannya bagi orang Yehuda,
tatkala mereka masih di tepi sungai Kebar berada,[2]
mereka pada mulanya tidak bisa percaya kan janji Allah.
wahai jiwaku ingatlah akan hal itu selalu,
keselamatanmu punya dampak bagi dunia di sekitarmu,
jadi jika kau telah nikmati keselamatan itu,
alam pun seyogianya turut bersamamu,
menikmati keselarasan alam dan manusia terpadu,
sedih lihat orang merusak tatanan yang dulunya padu,
rasa rasanya kaum animisme lebih menyatu,
dengan alam semesta ketimbang orang yang merasa maju,
alam menantikan tindakanmu untuk mengajak mereka padu,
dengan keselamatan yang bagimu tak mungkin lalu.
[1] Roma 8:19-22
[2] Yehezkiel 1:1
Monday, April 20, 2009
Kerendahan Hati
"Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu."
Yakobus 4:10
Rasanya setiap orang ingin posisi yang tinggi,
bukanlah dosa jika inginkan hal itu kita miliki,
namun jalan untuk mendapatkan sebuah posisi,
menjadi masalah yang perlu perhatian di beri,
Allah ingin agar itu diraih dengan jalan merendahkan diri,
sebab barang siapa yang merendahkan diri,
mereka itu akan menemukan harga diri,
jauh lebih berarti dari apa yang dibayangkan hati.
Manusia tidak suka akan jalan yang dikendaki Allah,
sebab jalan itu tidak dapat membuat kita bermegah,
bukankah merendahkan diri jadikan kita rendah,
itulah kesimpulan dari orang yang lemah,
pada hal kerendahan hati justru bawa kita pada posisi yang wah,
bermegah karena Allah kan tinggikan orang orang yang di bawah,
sebaliknya mereka yang di atas kan ditaruh jadi rendah,
itulah ketetapan yang berlaku bagi setiap orang di hadapan Allah.
Minggu ini bernama Quasimdogeniti,
Gereja memaknainya dengan bayi rohani,
yang suka susu yang murni dan rohani,
bayi mulai hidupnya dari sesuatu yang mini,
bertumbuh dari makanan yang dia dapat dari ASI,
seperti itulah orang yang ingin dapatkan posisi tinggi,
ia harus menemukan asi rohani nan surgawi,
yaitu kerendahan hati,
wahai jiwaku jangan salah ambil jalan di sini,
jalan yang dikehendaki Allah itulah yang engkau pilih.
bukanlah dosa jika inginkan hal itu kita miliki,
namun jalan untuk mendapatkan sebuah posisi,
menjadi masalah yang perlu perhatian di beri,
Allah ingin agar itu diraih dengan jalan merendahkan diri,
sebab barang siapa yang merendahkan diri,
mereka itu akan menemukan harga diri,
jauh lebih berarti dari apa yang dibayangkan hati.
Manusia tidak suka akan jalan yang dikendaki Allah,
sebab jalan itu tidak dapat membuat kita bermegah,
bukankah merendahkan diri jadikan kita rendah,
itulah kesimpulan dari orang yang lemah,
pada hal kerendahan hati justru bawa kita pada posisi yang wah,
bermegah karena Allah kan tinggikan orang orang yang di bawah,
sebaliknya mereka yang di atas kan ditaruh jadi rendah,
itulah ketetapan yang berlaku bagi setiap orang di hadapan Allah.
Minggu ini bernama Quasimdogeniti,
Gereja memaknainya dengan bayi rohani,
yang suka susu yang murni dan rohani,
bayi mulai hidupnya dari sesuatu yang mini,
bertumbuh dari makanan yang dia dapat dari ASI,
seperti itulah orang yang ingin dapatkan posisi tinggi,
ia harus menemukan asi rohani nan surgawi,
yaitu kerendahan hati,
wahai jiwaku jangan salah ambil jalan di sini,
jalan yang dikehendaki Allah itulah yang engkau pilih.
Saturday, April 18, 2009
Ingat
"Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati."
II Timotius 2:8a
Paulus ingatkan muridnya agar selalu ingat Paskah,
kebangkitan Kristus menjadi titik balik bagi kita,
dulu seteru, namun setelah Paskah jadi keluarga Allah,
dengan selalu ingat kebangkitan membuat hidup jadi terarah,
menuju penggenapan rencana kekal bagi kita,
masuk ke dalam kemuliaan yang disediakan-Nya,
bagi mereka yang telah ditebus-Nya,
dengan darah yang mahal harganya,
darah Anak Domba Allah,
Yesus Kristus Tuhan kita.
Tatkala kita disuruh untuk mengingat satu peristiwa,
dalamnya terkandung sebuah makna,
peristiwa pada masa lalu dihadirkan sekarang juga,
dalam ingatan setidak tidaknya,
jika hal itu dilakukan dalam persekutuan dengan Dia,
melalui ibadah yang dilakukan orang percaya,
Allah pun akan membangkitkan kita,
sama seperti Ia bangkitkan Yesus dari kubur-Nya,
apa yang dulu terjadi sekarang beroperasi pula,
menjangkau hati dari setiap orang yang percaya.
Itulah sebabnya kisah itu harus dituturkan senantiasa,
penyair dulu kala pun menorehkannya lalu jadi gita,[1]
setiap kali diulang bertambah manisnya,
manis di dalam hati ditebar kepada sesama,
melalui kita Kristus yang bangkit tarik orang kepada-Nya,
itulah rahasia ibadah kita orang percaya,
Kristus bekerja melalui sahabat-Nya,
Roh Kudus menjadi faktor penggeraknya,
satu tanya perlu dapat jawaban segera,
turutkah daku Dia pakai melaksanakanya?
kebangkitan Kristus menjadi titik balik bagi kita,
dulu seteru, namun setelah Paskah jadi keluarga Allah,
dengan selalu ingat kebangkitan membuat hidup jadi terarah,
menuju penggenapan rencana kekal bagi kita,
masuk ke dalam kemuliaan yang disediakan-Nya,
bagi mereka yang telah ditebus-Nya,
dengan darah yang mahal harganya,
darah Anak Domba Allah,
Yesus Kristus Tuhan kita.
Tatkala kita disuruh untuk mengingat satu peristiwa,
dalamnya terkandung sebuah makna,
peristiwa pada masa lalu dihadirkan sekarang juga,
dalam ingatan setidak tidaknya,
jika hal itu dilakukan dalam persekutuan dengan Dia,
melalui ibadah yang dilakukan orang percaya,
Allah pun akan membangkitkan kita,
sama seperti Ia bangkitkan Yesus dari kubur-Nya,
apa yang dulu terjadi sekarang beroperasi pula,
menjangkau hati dari setiap orang yang percaya.
Itulah sebabnya kisah itu harus dituturkan senantiasa,
penyair dulu kala pun menorehkannya lalu jadi gita,[1]
setiap kali diulang bertambah manisnya,
manis di dalam hati ditebar kepada sesama,
melalui kita Kristus yang bangkit tarik orang kepada-Nya,
itulah rahasia ibadah kita orang percaya,
Kristus bekerja melalui sahabat-Nya,
Roh Kudus menjadi faktor penggeraknya,
satu tanya perlu dapat jawaban segera,
turutkah daku Dia pakai melaksanakanya?
[1] Kidung Jemaat nomor 427 “Ku suka menuturkan cerita mulia”
Friday, April 17, 2009
Teladan
"Aku menaruh pengharapan kepada Allah,
sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati,
baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar."
sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati,
baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar."
Kisah Para Rasul 24:15
Paulus dulunya adalah seorang Farisi,
kata itu maknanya ialah: memisahkan diri,
orang orang yang bertekat menaati Taurat hingga mati,
namun perspektifnya berubah di jalan menuju Damsyik,
Tuhan yang bangkit di sana menampakkan Diri,
setiap orang yang berjumpa dengan Tuhan yang bangkit,
dalam hidupnya terjadi revolusi rohani,
imannya mengalami transendensi.
Paulus di hadapan wali negeri Felix berani bersaksi,
imannya sama dengan mereka yang menyebut diri Yahudi,
sama sama percaya akan kebangkitan semua orang mati,
kebangkitan dalam rangka diadili di hadapan tahta putih,[1]
bukti dari iman itu ialah: ia menjaga hati nurani,
agar tetap serasi dengan manusia dan Sang Ilahi,
sehingga tak satu kejahatan pun didapati,
sebagaimana ia hidup sehari hari.
hati nurani yang bersih di hadapan Allah dan manusia,
itulah ciri dari setiap insan yang percaya,
kepada Yesus Kristus Tuhan dan manusia,
Dia telah meninggalkan sebuah teladan bagi kita,
ikut jejaknya sebuah kehormatan yang sangat bermakna,
Paulus ikut Tuhan dan malah lebih dari orang Farisi lainnya,
Ia pisahkan diri dan tidak serupa dengan dunia,
akupun turut dia berjalan di jalan yang ditempuhnya.
kata itu maknanya ialah: memisahkan diri,
orang orang yang bertekat menaati Taurat hingga mati,
namun perspektifnya berubah di jalan menuju Damsyik,
Tuhan yang bangkit di sana menampakkan Diri,
setiap orang yang berjumpa dengan Tuhan yang bangkit,
dalam hidupnya terjadi revolusi rohani,
imannya mengalami transendensi.
Paulus di hadapan wali negeri Felix berani bersaksi,
imannya sama dengan mereka yang menyebut diri Yahudi,
sama sama percaya akan kebangkitan semua orang mati,
kebangkitan dalam rangka diadili di hadapan tahta putih,[1]
bukti dari iman itu ialah: ia menjaga hati nurani,
agar tetap serasi dengan manusia dan Sang Ilahi,
sehingga tak satu kejahatan pun didapati,
sebagaimana ia hidup sehari hari.
hati nurani yang bersih di hadapan Allah dan manusia,
itulah ciri dari setiap insan yang percaya,
kepada Yesus Kristus Tuhan dan manusia,
Dia telah meninggalkan sebuah teladan bagi kita,
ikut jejaknya sebuah kehormatan yang sangat bermakna,
Paulus ikut Tuhan dan malah lebih dari orang Farisi lainnya,
Ia pisahkan diri dan tidak serupa dengan dunia,
akupun turut dia berjalan di jalan yang ditempuhnya.
[1] Wahyu 20:11
Thursday, April 16, 2009
Duduk
"Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga
dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga."
dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga."
Efesus 2:6
Kebangkitan Kristus itu demi kepentingan kita,
sebab tatkala Ia bangkit, kita turut bangkit bersama Dia,
Ia tidak hanya bangkit, tetapi Ia naik ke surga,
di sana Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa,
Alkitab memahami kata duduk dengan lain makna,
duduk itu berarti Ia tidak lagi bekerja,
sebab semua telah diselesaikan tatkala Ia balik ke surga,
satu hal yang signifikan ialah: kita duduk bersama Dia di sana.
Jika duduk maknanya tidak lagi bekerja,
itu berarti tidak ada lagi yang perlu dilakukan manusia,
agar ia selamat dari murka Allah karena dosa,
sebab manusia itu sendiri telah duduk bersama Tuhannya di surga,
itulah firman yang daku hari ini terima,
sering kali daku tidak dapat memahaminya,
bagaimana mungkin daku telah duduk bersama Dia disana,
namun itu adalah sabda Allah Yang Maha Kuasa.
Satu untuk semua dan semua untuk satu,
dalam kerajaan Allah itu yang berlaku,
Kristus adalah manusia yang duduk di bagiku,
juga bagi segala bahasa dari etnik dan suku,
sebanyak yang terpanggil untuk diwakilkan di situ,
jika demikian apa yang harus berlaku dalam hidupku,
bolehkah daku hidup mengumbar hawa nafsu,
tidak, bukankah semuanya itu telah berlalu?
sekarang yang ada hanyalah syukurku,
dalam wujud perilaku yang berharga bagi sesamaku.
sebab tatkala Ia bangkit, kita turut bangkit bersama Dia,
Ia tidak hanya bangkit, tetapi Ia naik ke surga,
di sana Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa,
Alkitab memahami kata duduk dengan lain makna,
duduk itu berarti Ia tidak lagi bekerja,
sebab semua telah diselesaikan tatkala Ia balik ke surga,
satu hal yang signifikan ialah: kita duduk bersama Dia di sana.
Jika duduk maknanya tidak lagi bekerja,
itu berarti tidak ada lagi yang perlu dilakukan manusia,
agar ia selamat dari murka Allah karena dosa,
sebab manusia itu sendiri telah duduk bersama Tuhannya di surga,
itulah firman yang daku hari ini terima,
sering kali daku tidak dapat memahaminya,
bagaimana mungkin daku telah duduk bersama Dia disana,
namun itu adalah sabda Allah Yang Maha Kuasa.
Satu untuk semua dan semua untuk satu,
dalam kerajaan Allah itu yang berlaku,
Kristus adalah manusia yang duduk di bagiku,
juga bagi segala bahasa dari etnik dan suku,
sebanyak yang terpanggil untuk diwakilkan di situ,
jika demikian apa yang harus berlaku dalam hidupku,
bolehkah daku hidup mengumbar hawa nafsu,
tidak, bukankah semuanya itu telah berlalu?
sekarang yang ada hanyalah syukurku,
dalam wujud perilaku yang berharga bagi sesamaku.
Subscribe to:
Posts (Atom)